6 Hewan Hidup di Dua Alam Yang Mempesona

Hewan Hidup di Dua Alam

Hewan Hidup di Dua Alam Yang Mempesona – Ada bermacam macam binatang yang bisa ditemukan di planet Bumi. Binatang-binatang hal yang demikian tinggal di bermacam-macam daerah, mulai dari daratan sampai lautan. Kodok ini disesuaikan dengan habitat atau daerah tinggalnya masing-masing.

Penyesuaian habitat bagi binatang tentu saja didorong oleh wujud morfologi dan anatomi tubuhnya. Uniknya terdapat binatang yang bisa hidup di dua alam atau dengan kata lain binatang hal yang demikian bisa tinggal di daratan maupun di perairan.

Hewan Hidup di Dua Alam Yang Mempesona

Terdapat sebutan tersendiri bagi binatang yang hidup di dua alam adalah binatang amphibi. Pengertian dari binatang amphibi yaitu klasifikasi binatang bertulang belakang atau vertebrata yang sanggup menghabiskan waktu hidupnya untuk berada di dalam air ataupun di daratan.

Baca Juga : 5 Jenis Hewan Tahan Panas Yang Perlu Kamu Tahu

Dan berikut ini sebagian model dari binatang yang hidup di dua alam.

1. Katak

Katak atau lazim disebut sebagai bangkong adalah binatang yang hidup di dua alam dan cukup banyak ditemukan di Indonesia. Sekilas wujud tubuh katak mirip seperti kodok, akan melainkan kalau diamati lebih jauh, keduanya sangatlah berbeda.

Katak mempunyai tekstur kulit yang sungguh-sungguh kasar, tebal dan kering. Tapi terdapat sebagian benjolan kecil di sekujur tubuhnya. Selain kulit yang tebal dan kasar hal yang demikian menolong katak untuk bisa hidup di daerah yang kering atau jauh dari sumber air.

Tak itu, katak memiliki warna kulit yang cenderung gelap seperti cokelat, abu-abu, sampai hijau tua. Kodok heran kalau sekali-sekali warna kulit yang dimilikinya membikin tubuhnya menonjol seperti batu atau benda-benda tertentu kalau katak membisu dan tak bergerak.

Katak mempunyai kuku serta selaput pada kakinya yang berfungsi untuk berenang dikala berada di dalam air. Akan melainkan kaki katak cukup pendek sehingga jarak lompatan tak terlalu jauh.

Dari segi ukuran, tubuh katak cukup besar dan gemuk. Tak semacam itu, tubuhnya dilengkapi oleh kelenjar yang sungguh-sungguh berbisa khususnya pada komponen leher dan bahu. Kodok heran kalau banyak pemangsa seperti ular menghindari kelenjar kulit katak.

Katak bisa gampang ditemukan di daerah-daerah seperti sawah, sungai, rawa, saluran air, kebun, sampai wilayah perkotaan sekalipun.

2. Kodok

Kodok juga termasuk binatang yang bisa hidup di dua alam. Kodok mempunyai ukuran tubuh yang lebih kecil dibandingi dengan katak. Kodok cuma itu, tekstur kulit kodok cenderung lebih halus dan lembab malah cenderung menonjol tipis serta gampang mengalami kekeringan.

Inilah yang membikin kodok memilih hidup di sekitar sumber air atau daerah-daerah lembab seperti hutan berair, rawa, kolam, danau, sampai dataran tinggi.

Tak itu yang membedakan antara kodok dengan katak adalah warna kulitnya yang bermacam dan cemerlang. Sedangkan kodok mempunyai warna kulit seperti hijau, kuning, cokelat muda, dan lain sebagainya.

Tak menonjol berair dan berlendir, tetapi lendir yang diciptakan oleh kodok termasuk tak berbisa. Kodok heran kalau kodok mempunyai banyak predator salah satunya yaitu ular.

Tubuhnya yang kecil dan ramping serta kaki yang lebih panjang dibandingi dengan katak, membikin kodok bisa melompat dengan jarak cukup jauh. Kakinya hal yang demikian juga berkhasiat sebagai alat gerak saat sedang berenang di dalam air.

3. Kodok Pohon

Kodok pohon yaitu spesies lain dari kodok yang banyak ditemukan di hutan-hutan berair khususnya pada daun pohon-pohon. Selain diamati lebih jauh, ukuran tubuh kodok pohon lebih kecil dibandingi dengan kodok macam lainnya.

Tak mempunyai ukuran tubuh yang kecil dan ramping, kodok pohon memiliki warna kulit yang sungguh-sungguh cemerlang dan cenderung mencolok seperti hijau muda, kuning, biru, merah, orange, dan lain sebagainya. Tak semacam itu, rupanya kulitnya mengandung lendir yang sungguh-sungguh berbisa.

Bagi sebagian orang kodok pohon banyak dicari untuk dimanfaatkan lendirnya sebagai racun mata panah atau senjata lainnya saat berburu binatang.

Tak tubuhnya yang kecil, kodok pohon memiliki kaki yang cukup panjang. Kaki hal yang demikian juga dilengkapi oleh bantalan yang bisa membikin kodok pohon sanggup melompat jauh dari satu pohon ke pohon lainnya.

4. Axolotl

Axolotl atau salamander Meksiko termasuk binatang yang bisa hidup di dua alam. Uniknya dikala masih menjadi larva, spesies ini tak mengalami metamorfosis sehingga saat dewasa axolotl konsisten mempunyai insang. Kodok heran kalau axolotl banyak menghabiskan waktunya untuk berada di dalam air.

Axolotl mempunyai tubuh berwarna merah muda dengan dua pasang kaki serta insang yang menyusun kipas pada komponen kepala. Pun keunikannya hal yang demikian, axolotl banyak dibudidayakan untuk dihasilkan binatang peliharaan.

Akan melainkan perlu dikenal kalau axolotl sudah masuk sebagai spesies yang hampir punah. Tapi jumlahnya di alam juga kian berkurang pengaruh perdagangan ilegal serta eksistensi predator yang memangsa axolotl muda.

Bagi para ilmuwan, axolotl yaitu subjek yang menarik untuk diteliti. Kodok ini disebabkan sebab axolotl mempunyai kesanggupan meregenerasi komponen tubuhnya yang terpotong dengan pesat.

5. Salamander

Salamander yaitu binatang selanjutnya yang masuk ke dalam golongan binatang amphibi. Sekilas salamander mempunyai wujud tubuh seperti kadal, dengan ukuran yang ramping, berhidung pendek, serta ekor yang panjang.

Hampir beberapa besar salamander mempunyai empat jari pada kaki depannya dan lima jari untuk kaki komponen belakang. Kulit tubuhnya menonjol senantiasa berair dan lembab, hal inilah yang membikin salamander berbahagia berada di daerah berair atau tak jauh dari sumber air.

Sedangkan macam salamander bisa bernafas dengan mengaplikasikan paru-paru. Selain ada juga yang bernafas dengan mengaplikasikan insang maupun kulit sebab tak mempunyai paru-paru atau insang.

Salamander bisa dihasilkan sebagai indikator pencemaran lingkungan sebab mereka sungguh-sungguh peka kepada pencemaran termasuk polusi tanah, air, ataupun polusi udara. Dengan kata lain, kalau menemukan salamander di suatu lingkungan, berarti daerah hal yang demikian aman dan jauh dari pencemaran.

6. Caecilian

Caecilian termasuk binatang yang bisa hidup di dua alam. Sepintas tubuh caecilian menonjol seperti cacing tanah atau ular, tetapi binatang ini lebih dekat dengan salamander.

Binatang ini mempunyai kedua mata yang sungguh-sungguh kecil, tak heran kalau penglihatannya kurang terang dan diperkirakan cuma bisa membedakan antara gelap dan jelas saja. Tapi sebagian spesies memiliki mata yang tertutup oleh lapisan kulit.

Pun penglihatannya yang terbatas hal yang demikian, caecilian banyak menghabiskan waktunya untuk tinggal di dalam lumpur atau tanah yang berair.

Caecilian masuk ke dalam binatang amphibi dengan tubuh tanpa kaki atau tangan. untuk bergerak dan menggali, mereka mengaplikasikan tengkorak dan ototnya yang terbentang di sepanjang tubuh.

Kulit tubuhnya sungguh-sungguh halus dan berlendir. Tapi berdasarkan peneliti menangkap satu ekor caecilian sama halnya dengan menggenggam sabun batang dalam keadaan berair.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *