10 Jenis Hewan Bertelur Yang Perlu Diketahui

Jenis Hewan Bertelur

Jenis Hewan Bertelur Yang Perlu Diketahui – Binatang yang berkembang biak dengan metode beranak disebut vivipar, seperti sapi, kucing, anjing, kuda, kambing, dan lain sebagainya. Padahal binatang yang bertelor, terdiri dari ovipar dan ovovivipar. Pada binatang ovipar, sesudah induk mengeluarkan telor akan membutuhkan waktu inkubasi antara 10 hari sampai berbulan-bulan diluar tubuhnya, tergantung macam binatang.

Jenis Hewan Bertelur

Padahal ovovivipar merupakan macam binatang yang bertelor, namun akan konsisten menaruh telor pada tubuhnya sampai dirasa cukup maksimal untuk melahirkan. Berikut merupakan daftar 10 binatang yang berkembangbiak dengan bertelor.

1. Ayam

Semenjak berusia 5 hingga 7 bulan, ayam telah dapat bertelor. Umur ayam dan musim akan berdampak dengan frekuensi bertelurnya. Ayam akan mengerami telornya selama 21 hari sebelum menetas dengan temperatur cocok induknya.

Padahal tak dibuahi, ayam akan terus mewujudkan telor. Telor yang tak dibuahi, disebut sebagai telor ayam infertil. Jadi, telor-telor hasil peternakan ayam yang dipasarkan di supermarket merupakan telor ayam infertil yang tak akan menetas sebab tak dibuahi oleh ayam jantan. Sebab di peternakan, akan dipisahkan antara ayam jantan dan ayam betina.

2. Bebek

Berbeda dengan ayam, bebek liar menyenangi bertelor dimana saja dan tak senantiasa berkeinginan mengerami telornya. Namun terbukti telor-telor yang tak di erami merupakan telor-telor yang infertil atau tak dibuahi, sehingga telor hal yang demikian tak akan menetas, cukup selektif juga ya.

Bebek betina, lazimnya bertelor dengan jumlah 8 hingga dengan 12 butir, dan berlangsung sekali dalam setahun. Umumnya sesudah musim kawin. Telor hal yang demikian akan menetas sekitar 28 hingga dengan 35 hari, tergantung dari spesies bebek hal yang demikian.

Bebek betina, pada lazimnya menghabiskan waktu 20 jam sehari untuk mengerami telor. Lamanya waktu pengeraman hal yang demikian, tentunya menghabiskan banyak tenaga. Imbasnya|}, mereka akan gampang stress dan peka. Khususnya seandainya cara kerja hal yang demikian terganggu oleh predator atau manusia. Tak jarang sebab stress hal yang demikian bebek meninggalkan telornya dan tak kembali.

3. Ular

Pada lazimnya, mayoritas spesies ular bereproduksi dengan metode bertelor. Tingkat kedewasaan dan kematangan reproduksi ular bahkan berbeda-beda, tergantung ukuran, spesies dan kesehatannya. Umumnya, tingkat kematangan hal yang demikian ditempuh pada kisaran umur 2 hingga dengan 3 tahun.

Celah atau lubang natural di tanah lembab menjadi lokasi alternatif ular untuk bertelor, mereka sepatutnya khususnya dulu menetapkan bahwa lokasi hal yang demikian aman dari gangguan predator yang mungkin akan memangsa telornya.

Semisal pada ular kobra, sekali bertelor akan mewujudkan sekitar 20 buah, sesudah bertelor induk Kobra akan meninggalkan telornya. Masa inkubasi yang di butuhkan sekitar 2 hingga 3 bulan. Biasanya, kobra akan bertelor memasuki musim hujan, supaya sesudah bayi-bayinya menetas akan terdapat banyak sumber makanan.

Sekiranya kobra bertelor pada musim kemarau, sesudah bayi-bayinya menetas akan tersedia sedikit sumber makanan, seperti serangga, cicak dan lainnya yang menyebabkan bayi-bayi hal yang demikian kesusahan bertahan hidup dan mati. Pada pemukiman padat penduduk, ular kobra bisa menjadi ancaman bagi warga sebab dapat nya yang mematikan.

4. Ikan Salmon

Hewan yang hidup di air ini mempunyai semacam itu banyak spesies, ada yang hidup di air tawar dan ada juga yang hidup di air laut. Salah satu macam ikan yang membutuhkan banyak usaha untuk bertelor merupakan ikan salmon. Ketika waktunya bertelor, ikan salmon akan berpindah secara berkelompok sungguh-sungguh jauh untuk mencari lokasi yang menurutnya sesuai adalah hulu sungai.

Dan ketika telor-telor hal yang demikian telah menetas, mereka akan kembali ke laut. Padahal tidak sedikit induk ikan salmon yang akan mati sebab kelelahan sesudah bertelor. Ikan salmon banyak menghabiskan waktunya di laut, meski sebetulnya ia lahir di hulu sungai. Ikan salmon bertelor sungguh-sungguh banyak, jumlahnya dapat hingga 5000 telor.

Pembuahan ikan salmon bahkan terjadi diluar tubuh induknya. Jadi sesudah telor-telor hal yang demikian di keluarkan, salmon jantan akan membuahi sel-sel telor hal yang demikian dengan air mani. Dan sel-sel air mani hal yang demikian akan menembus cangkang yang berbentuk selaput tipis pada telor untuk membuahi sel-sel telor.

Sesudah menetas si kecil salmon akan konsisten berada di hulu sungai selama 5 bulan hingga dengan 1 tahun, baru berikutnya melanjutkan migrasi ke laut. Selama di laut, mereka akan menetap selama 1 hingga 5 tahun, tergantung spesiesnya. Sebelum kembali seperti siklus permulaan, adalah ke hulu sungai. Di laut ikan salmon memakan udang, kepiting dan ikan-ikan kecil.

5. Burung Unta

Fakta perihal burung unta, burung unta merupakan burung terbesar di dunia. Ukuran tingginya, dapat menempuh 2,5 meter dengan berat sekitar 100- 120 kilogram. Kecuali ukuran yang besar, burung unta juga ialah pelari yang sungguh-sungguh gesit. Kecepatan maksimalnya dapat menempuh 65 kilometer per jam loh Ma.

Dedaunan, bunga, serangga dan binatang-binatang kecil merupakan makanan mereka. Dan layaknya unta, burung unta juga bisa bertahan hidup berhari- tanpa air. Untuk burung unta betina fisiknya berwarna cokelat, meski burung Unta jantan berwarna hitam dan putih.

Sebab mereka bersarang secara sosial, sebagian burung unta betina akan bertelor di dalam satu sarang. Lalu burung unta betina akan mengerami telor-telornya secara bergantian pada siang hari, dan burung unta Jantan akan mengerami pada malam hari, unik ya Ma.

Beban telor burung unta dapat menempuh 20 kali lipat dari muatan telor ayam. Dengan dimensi panjang 15 cm dan lebar 13 cm. Satu telor burung unta mengandung 1 kilogram protein atau sepadan dengan 24-28 telor ayam.

6. Buaya

Buaya merupakan binatang predator yang banyak ditakuti binatang lainnya dan manusia. Sebelum bertelor, buaya lewat cara kerja perkawinan. Buaya jantan akan mempesona buaya betina dengan bunyi infrasonik getaran rendah yang tidak bisa di dengar oleh manusia.

Kemudian jikalau buaya betina beratensi, mereka akan merespons dengan sinyal pendengaran, penglihatan dan penciuman. Lalu mereka akan saling menggosok punggung dan moncong satu sama lain. Sesudah siap, mereka akan saling berputar dan menyelaraskan kloaka untuk mengerjakan cara kerja kawin.

Setelah lahiriah, buaya mempunyai ukuran yang sungguh-sungguh bervariasi, tergantung spesies, umur, dan lokasi habitatnya. Buaya terbesar yang pernah ditemukan dalam sejarah panjangnya menempuh 8,6 meter yang ditemukan di Australia. Seekor buaya betina besar, bisa bertelor sekitar 90 butir, sementara buaya betina kecil tak hingga 50 butir.

Ukuran telor buaya sedikit lebih besar dibanding telor ayam. Sebelum bertelor, lazimnya buaya membikin sarang yang tidak jauh dari sungai. Mereka menggali lubang dangkal di tanah, pasir atau lumpur dan membikin gundukan dari dedaunan.

Sesudah buaya bertelor, mereka akan kembali ke sungai dan konsisten berada di sekitar sarang hal yang demikian untuk menjaga dari ancaman predator lain yang mengincar telor-telornya. Masa inkubasi telor buaya sekitar 2 hingga 3 bulan, tergantung dari spesies buaya hal yang demikian. Setelah menetas, bayi-bayi buaya akan mengeluarkan bunyi dari dalam telor seperti memanggil induknya.

Sesudah mendengar, induknya akan bergegas menuju sarang dan menggali sarangnya untuk menolong bayi-bayinya menetas. Sayangnya, tingkat keberhasilan telor buaya untuk menetas cuma sebesar 25 persen saja. Sebelum bayi buaya berusia 1 tahun, buaya kecil sangatlah rentan dari predator. Malahan dari buaya dewasa lain, kecuali orang tuanya.

7. Laba-Laba

Peter Parker berubah mempunyai tenaga super sesudah terkena gigitan laba-laba dan menjadi pahlawan super. Tahu kan Ma, pahlawan super yang mana? Iya betul, Spiderman.

Laba-laba termasuk macam binatang yang gampang ditemukan dimana bahkan, di perkotaan ataupun di sekitar hutan. Malahan di tiap rumah bahkan terdapat laba-laba, coba deh periksa halaman atau gudang rumah.

Sebab kebanyakan ukurannya kecil, seringkali laba-laba dianggap komponen dari klasifikasi serangga. Supaya laba-laba termasuk dalam klasifikasi Arthropoda, jadi laba-laba itu bukan serangga ya Ma.

Pada cara kerja kawinnya, laba-laba jantan dan betina cuma bisa dikerjakan dengan spesies yang sama. Setelah cara kerja perkawinan bisa dikerjakan, si jantan akan membikin kantong air mani dengan sutra yang tersedia di lubang spinneretnya, dan mengeluarkan cairan spermanya untuk diletakkan pada kantong air mani hal yang demikian.

Kemudian Jenis Hewan Bertelur, pedipalp (organ pembiakan jantan) yang berlokasi pada komponen depan kepala si jantan akan menyedot cairan air mani tadi untuk dimasukkan ke dalam epigyne (organ pembiakan betina).

Sesudah cara kerja perkawinan, betina akan menaruh air mani dalam waktu tertentu. Dikala waktunya tiba, laba-laba betina akan mewujudkan sebagian telor di dalam kantung. Jumlah, ukuran, wujud dan warna kantung telor tergantung terhadap spesies itu.

Kebanyakan spesies laba-laba betina akan menjaga kantung telor hal yang demikian sampai menetas, meski beberapa spesies yang lain akan membawa telor pada komponen abdomen atau mulutnya sampai si kecil-si kecil laba-laba membesar dan dapat hidup mandiri.

8. Kadal

Musim kawin pada kadal diberi pengaruh oleh sebagian elemen eksternal lingkungannya. Kadal sendiri populasinya tersebar hampir di semua dunia melainkan didominasi di tempat dengan iklim tropis dan subtropis. Musim kawin kadal lazimnya diberi pengaruh oleh temperatur, curah hujan, fotoperiode sampai ketersediaan makanan di daerah yang mereka tinggali.

Variasi menjelang musim kawin, beberapa kadal lazimnya akan lebih agresif secara khusus jikalau menyangkut tempat teritorialnya. Kadal akan hamil dalam waktu kurang lebih 3 bulan sampai alhasil mengeluarkan telor dari tubuhnya.

Dikala kelamin si kecil kadal bertumpu pada temperatur lingkungan tempatnya dilahirkan. Variasi temperatur tinggi makan akan lebih besar kemungkinan kadal yang dilahirkan ialah kadal jantan. Padahal jikalau temperatur rendah karenanya yang akan lahir merupakan kadal betina. Sebab ukuran kadal sangatlah bervariasi, karenanya ukuran telornya bahkan bervariasi pula. Tergantung dari spesies dan muatan induknya.

9. Kodok

Salah satu binatang Jenis Hewan Bertelur yang bermetamorfosis dalam hidupnya merupakan kodok. Metamorfosisnya berlangsung total, tak seperti sebagian macam serangga. Daur hidup kodok bermula dari telor, kodok akan mengeluarkan telor hal yang demikian di dalam air dan jumlahnya dapat menempuh 4000 telor, banyak sekali ya Ma.

Sedangkan inkubasi kodok akan memerlukan waktu antara satu sampai tiga pekan. Padahal telornya berjumlah 4000, namun tak segala akan menetas dan bisa tumbuh dewasa. Unsur atau tidaknya bertumpu dari elemen eksternal dan internal. Telor internal seperti gen dari induk telor, dan elemen eksternal seperti arus air, binatang pemangsa dan campur tangan manusia.

Telor kodok hal yang demikian akan berubah menjadi kecebong atau berudu. Kecebong ini wujud fisiknya seperti ikan kecil, seandainya tak mengerti akan susah dikenali. Pada fase ini, kecebong bernapas menerapkan insang seperti ikan.

Kecebong akan terus bertumbuh menjadi si kecil kodok, perubahan pada fisiknya bahkan akan mulai kelihatan. Sepasang kaki belakang akan mulai tumbuh di dekat ekor yang panjang, namun tak dengan kaki depannya. Selanjutnya pernapasan bahkan mulai berubah, insang pada kecebong akan mulai menutup dan menjadi paru-paru.

Formatnya merupakan fase kodok muda, yang dicirikan dengan tumbuhnya sepasang kaki depan dan memendeknya komponen ekor. Kodok telah hampir menyerupai kodok dewasa, dan pada fase ini juga, kodok telah mulai keluar dari air dan menuju daratan.

Fase terakhir, kodok muda berubah menjadi kodok dewasa. Ekornya telah sirna, dan format kodok telah tampil total. Fase ini memerlukan waktu 2 hingga dengan 4 tahun. Kerja dewasa, berikutnya akan bertelor dan meneruskan daur hidup kodok.

10. Belalang

Sekiranya kodok pada penjelasan di atas mengalami metamorfosis total, belalang merupakan salah satu figur binatang yang metamorfosisnya tak total. Metamorfosis tak total atau hemimetabola merupakan suatu cara kerja perubahan wujud binatang dengan cuma lewat tiga jenjang, adalah telor, nimfa, dan imago (binatang dewasa).

Binatang Jenis Hewan Bertelur yang mengalami metamorfosis tak total mempunyai wujud tubuh yang sama ketika kecil sampai dewasa. Dengan kata lain, semenjak kecil wujud tubuh dan strukturnya sama. Binatang hal yang demikian cuma mengalami perkembangan dan bertambah besar saja, seperti halnya belalang.

Daur hidup belalang bermula dari telor, pada pertengahan musim kemarau belalang akan meletakkan telor di dalam tanah atau dedaunan.

Belalang memerlukan waktu sekitar 3 hingga 4 hari untuk bertelor, dan sampai telor hal yang demikian menetas, dapat memerlukan waktu 10 bulan. Wah, lebih lama dari masa kehamilan manusia ya Ma.

Sesudah telor hal yang demikian menetas, akan menjadi nimfa muda atau bayi-bayi belalang yang belum mempunyai sayap, meski wujudnya tidak berbeda jauh dengan belalang dewasa. Nimfa muda yang berwarna putih akan bertumbuh kian besar dan berwarna hijau. Nimfa akan mengalami 5 hingga 6 kali pergantian kulit dan berubah struktur tubuhnya menjadi belalang dewasa.

Sayangnya kans hidup nimfa cuma sekitar 50 persen. Sebab tak jarang menjadi mangsa predator seperti burung, tikus atau kadal.

Dikala nimfa bisa bertahan dan tumbuh menjadi belalang dewasa, waktu yang diperlukan sekitar 25 hingga dengan 30 hari. Kemudian bisa matang bereproduksi dalam 15 sampai 30 hari.

Jadi waktu Jenis Hewan Bertelur yang diperlukan belalang mulai dari telor sampai menjadi belalang dewasa memerlukan waktu 11 hingga 12 bulan. Umur belalang sendiri cuma bisa bertahan sekitar 12 bulan, cukup singkat ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Exit mobile version